Sejarah dan Perkembangan Aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter

Perkembangan Aplikasi Halodoc

Perkembangan Aplikasi Halodoc

Memiliki kesehatan tubuh yang baik adalah impian semua orang. Namun, banyak yang enggan untuk rutin mengontrol keadaan tubuhnya. Di era sekarang, masyarakat lebih menyibukkan diri dengan bekerja hingga lupa bahwa tubuhnya sakit. Munculnya aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter merupakan salah satu solusi, karena setiap orang bisa konsultasi hanya melalui smartphone saja.

Sejarah Aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter

Aplikasi ini diluncurkan pertama kalinya di Jakarta pada 21 April 2016 lalu. Kemudian tersedia di App Store maupun Google Play sejak tanggal 11 Maret 2016.

CEO dan Co-Founder Halodoc Konsultasi Dokter, Jonathan Sudharta mengawali karirnya sebagai tenaga promosi penggunaan obat kepada para dokter. Beliau sering menunggu dokter hingga pukul 01.00 – 02.00 pagi. Di sela-sela menunggunya, sering berbicara bersama para pasien yang juga sedang melakukan hal sama.

Seiring berjalannya waktu, banyak pasien yang akhirnya menghubungi, karena tahu jika beliau memiliki hubungan baik dengan berbagai dokter. Dan mereka menanyakan apakah mereka harus kembali lagi ke dokter untuk diperiksa.

Kemudian setelah 15 tahun, Jonathan Sudharta kembali berpikir jumlah dokter di Indonesia terbilang masih sedikit. Sehingga, banyak pasien yang kesulitan untuk menemui dokter. Di tahun 2015, beliau melakukan presentasi di depan Kementrian Kesehatan mengenai platform yang dikembangkan ini.

Karena aplikasi yang menghubungkan pasien dengan dokter ini belum pernah ada, baik dari sisi perundang-undangannya ataupun wujudnya. Jadi beliau ingin aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter ini menjadi pionir utama.

Untuk membuat masyarakat percaya, aplikasi itu tidak sekedar meghubungkan pasien dengan dokter saja, namun juga memaparkan latar belakangnya. Platform ini juga bekerjasama dengan GoJek untuk pengiriman obat dari apotek.

Perkembangan Aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter saat Ini

Melalui aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter, informasi terbaru mengenai dunia kesehatan bisa Anda dapatkan, termasuk tips-tips atau tata-cara hidup sehat dan berbagai jenis penyakit. Semua itu membantu Anda untuk lebih mempedulikan kesehatan tubuh.

Tujuan aplikasi ini adalah untuk memudahkan akses layanan kesehatan, pasien tidak perlu melewati proses yang berbelit-belit. Pasien juga bebas memilih dokter yang sesuai kebutuhannya hanya melalui aplikasi. Cara konsultasinya beragam, bisa menggunakan fitur voice call, video call atau chat.

Selain itu, para dokter juga disediakan jadwal untuk mereka bisa menerima konsultasi dari pasien Halodoc Konsultasi Dokter. Agar para dokter berkonsentrasi menerima konsultasi dari pasien itu saja.

Semakin Maraknya Pengguna Aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter

Aplikasi ini juga berupaya membantu pasien yang tidak bisa ke rumah sakit atau menyelesaikan masalah kecil misalnya menunggu obat. Selain itu, aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter ini juga bekerjasama dengan banyak rumah sakit. Semakin hari penggunanya juga semakin banyak.

Sehingga, pasien yang sudah diperiksa oleh dokter bisa mengajukan resep obatnya ke booth Halodoc yang tersedia di rumah sakit. Setidaknya sudah ada 85 booth yang bisa menjadi pilihan utama. Dan targetnya tahun 2019 ini, ingin menyebarkan booth di 500 rumah sakit seluruh Indonesia.

Saat ini, masyarakat banyak menggunakan aplikasi ini meski tidak semuanya. Sekitar 42% masyarakat memanfaatkan aplikasi untuk membaca informasi-informasi terkait dengan kesehatan. Namun, ada juga sekitar 16% masyarakat menggunakan layanan ini untuk periksa dan sebagainya.

Sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak peduli terhadap kesehatan tubuh. Karena aplikasi Halodoc Konsultasi Dokter bisa diakses dimanapun dan kapanpun berada. Jangan ragu untuk berkonsultasi, dan jadikan tubuhmu memiliki kesehatan yang maksimal.